
Setiap anak memiliki perkembangan yang unik, termasuk dalam aspek berbicara dan berkomunikasi. Namun, ada beberapa anak yang mengalami keterlambatan dalam berbicara dibandingkan dengan teman sebayanya. Kondisi ini dikenal sebagai speech delay atau keterlambatan bicara. Orang tua sering kali merasa cemas ketika anak mereka belum bisa berbicara dengan lancar pada usia tertentu. Oleh karena itu, penting untuk memahami tanda-tanda speech delay, penyebabnya, serta cara mengatasinya agar anak dapat berkembang secara optimal.
Apa Itu Speech Delay?
Speech delay adalah kondisi di mana kemampuan berbicara seorang anak berkembang lebih lambat dibandingkan dengan anak seusianya. Secara umum, anak-anak mulai mengucapkan kata-kata pertama mereka pada usia sekitar 12 bulan dan mulai merangkai dua kata menjadi kalimat sederhana pada usia 18 hingga 24 bulan. Jika pada usia tersebut anak belum menunjukkan perkembangan berbicara yang sesuai, maka bisa jadi ia mengalami keterlambatan bicara.
Anak-anak yang mengalami speech delay, biasanya akan menunjukkan sejumlah gejala. Gejala yang tampak nyata adalah pada usia 12 bulan, anak-anak yang mengidap ganguan speech delay akan sulit untuk mengucapkan kata-kata sederhana. Bahkan dalam banyak kasus, sang anak di usia tersebut juga akan sulit mengali jika dipanggil oleh orangtuanya. Selain itu, anak dengan gangguan speech delay juga mengalami kesulitan saat merepson suara atau kalimat dari orangtuanya.
Penyebab Speech Delay Secara umum penyebab gangguan speech delay pada anak-anak disebabkan oleh berbagai faktor. Faktor tersebut bisa berasal dari gangguan tumbuh kembang anak misalnya austisme dengan gradasi spektrum beragam, stimulus yang kurang, gangguan pendengaran dan oral serta bisa juga berupa gangguan motoric pada anak. Beberapa gangguan ini, secara umum bisa menjadi faktor utama sehingga anak-anak lebih rentan alami speech delay.